Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan aktif menggalang informan di Iran melalui sebuah pesan video yang diunggah di berbagai platform media sosial. Video berbahasa Farsi yang dirilis pada Selasa (24/2) itu berisi ajakan terbuka kepada masyarakat Iran untuk menjalin komunikasi secara rahasia dengan badan intelijen Amerika Serikat.
Dalam pesan tersebut, CIA menawarkan panduan kepada calon informan mengenai cara menghubungi mereka secara aman tanpa terdeteksi. “Halo, Badan Intelijen Pusat (CIA) mendengar Anda dan ingin membantu,” demikian pernyataan CIA dalam video tersebut. “Berikut beberapa kiat tentang cara melakukan panggilan virtual yang aman dengan kami,” lanjut pesan itu, seperti dilaporkan oleh Associated Press.
Video tersebut diunggah melalui berbagai platform, termasuk X, Instagram, dan YouTube, dan telah ditonton jutaan kali hanya dalam beberapa jam. Pesan ini menjadi bagian dari strategi perekrutan informan yang sebelumnya juga dilakukan CIA dalam berbagai bahasa lain, seperti Rusia, Korea, dan Mandarin, untuk menjangkau target di sejumlah negara.
Dalam video tersebut, CIA menginstruksikan calon informan untuk menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) guna menghindari pengawasan internet. Selain itu, mereka juga disarankan menggunakan perangkat elektronik sekali pakai yang tidak dapat dilacak kembali ke identitas pengguna, sebagai langkah tambahan untuk menjaga keamanan komunikasi.
CIA juga menyarankan penggunaan peramban web pribadi serta penghapusan riwayat internet guna menutupi jejak digital. Instruksi tersebut mencakup panduan untuk menghubungi CIA melalui situs web resmi maupun jaringan darknet, sebagai bagian dari upaya memastikan jalur komunikasi yang aman dan rahasia.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung di sejumlah kampus di Iran dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini menambah kompleksitas dinamika politik dan keamanan di dalam negeri Iran.
Dalam waktu yang sama, delegasi Iran dan AS juga melanjutkan putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengembangkan senjata nuklir, seraya menekankan bahwa kesepakatan masih dapat dicapai apabila diplomasi tetap menjadi prioritas.
Iran juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan nasional, baik di dalam negeri maupun dalam proses negosiasi internasional, di tengah tekanan politik dan meningkatnya aktivitas intelijen asing di kawasan tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

