Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh telah memasuki fase pemulihan. Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak, kini hanya dua daerah yang masih berstatus tanggap darurat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dua daerah tersebut berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara wilayah lainnya, baik di Sumatra Barat maupun Sumatra Utara, telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan arah penanganan bencana yang semakin membaik di tingkat kabupaten dan provinsi. Meski demikian, sejumlah persoalan di tingkat desa dan kecamatan masih membutuhkan perhatian lanjutan.
Lebih lanjut, BNPB juga mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi. Pada puncaknya, yakni 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai lebih dari satu juta jiwa. Dengan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh ini menjadi bukti kerja cepat pemerintah membuahkan hasil. Harapannya, kini masyarakat mulai menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa jumlah pengungsi akibat bencana di Sumatera mengalami penurunan signifikan. Sekitar dua bulan setelah bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 74.369 orang, turun drastis dibandingkan angka awal yang mencapai 2.178.269 orang.
Tito menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi para pengungsi. Bantuan disalurkan kepada warga yang terdampak, baik yang rumahnya mengalami kerusakan maupun yang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, Tito menjelaskan berbagai upaya penanganan terus dilakukan termasuk mengerahkan ribuan alat berat hingga pengerahan puluhan ribu personel dari lintas kementerian/lembaga serta mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

