Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar kegiatan SOSBANG (Sosialisasi dan Vaksinasi) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Aula BP3MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 317 calon PMI yang akan bekerja di luar negeri. Program tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta terkait ideologi dan potensi ancaman radikalisme.
Dalam kegiatan itu, peserta diberikan wawasan komprehensif mengenai proses radikalisasi serta bahaya penyebaran paham melalui ruang digital. Salah satu pembicara, Bripka Iman Wahyu, menjelaskan bahwa sosialisasi dan vaksinasi ini difokuskan pada pemahaman IRET (Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme). Edukasi tersebut diharapkan mampu membekali para PMI dengan ketahanan ideologis sebelum berangkat ke luar negeri.
Para calon PMI juga diajak untuk lebih peka dalam mengenali pola perekrutan kelompok radikal, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mereka dibekali strategi untuk menolak ajakan atau pengaruh yang mengarah pada paham ekstrem di lingkungan kerja maupun komunitas diaspora. Pendekatan ini menekankan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap propaganda daring.
Melalui kegiatan ini, para calon PMI diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan sebagai duta pencegahan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara aparat penegak hukum dan kementerian terkait menjadi bagian dari upaya preventif memperkuat ketahanan masyarakat terhadap radikalisme. Program ini menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini sebagai bagian dari strategi nasional kontra-ekstremisme.
Alexander Jason – Redaksi

