World

China Dorong AS dan Rusia Lanjutkan Dialog Usai New START Kedaluwarsa

China menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), yang masa berlakunya kedaluwarsa pada pekan lalu. Berakhirnya perjanjian tersebut dinilai berpotensi memicu kembali perlombaan senjata nuklir global.

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (5/2), mendesak Washington untuk segera membuka kembali dialog dengan Moskow terkait stabilitas strategis, menyusul berakhirnya perjanjian yang selama lebih dari setengah abad menjadi fondasi pembatasan senjata nuklir strategis kedua negara.

“China menyesalkan Perjanjian New START berakhir, karena perjanjian ini memiliki arti yang sangat penting bagi pemeliharaan stabilitas strategis global,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, seperti dikutip AFP.

Lin menyampaikan kekhawatiran komunitas internasional terhadap dampak berakhirnya perjanjian tersebut terhadap sistem pengendalian senjata nuklir internasional dan tatanan nuklir global. New START resmi berakhir pada Rabu malam, menandai berakhirnya pembatasan jumlah hulu ledak nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia.

Di sisi lain, Rusia menyatakan terbuka untuk pembicaraan keamanan lanjutan, sembari menegaskan akan menanggapi secara tegas setiap ancaman baru. Moskow juga mengusulkan agar kedua pihak tetap menghormati batasan-batasan utama dalam perjanjian tersebut.

China mendesak Amerika Serikat merespons niat konstruktif Rusia secara positif dan melanjutkan dialog stabilitas strategis.

“Ini merupakan harapan umum komunitas internasional,” kata Lin.

Dalam kesempatan yang sama, Beijing kembali menegaskan komitmennya pada strategi nuklir untuk pertahanan diri. China menekankan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu serta komitmen untuk tidak menggunakan atau mengancam penggunaan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir dan kawasan bebas senjata nuklir.

Selain itu, Lin juga menegaskan bahwa persenjataan nuklir China dijaga pada tingkat minimum yang diperlukan untuk keamanan nasional. Ia menambahkan kekuatan nuklir China jauh lebih kecil dibandingkan Amerika Serikat dan Rusia, serta menegaskan Beijing tidak akan bergabung dalam perundingan bilateral perlucutan senjata kedua negara tersebut.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...