Dalam sepekan terakhir, Indonesia secara konsisten melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina. Di panggung diplomasi, peran Indonesia semakin menguat.
Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam proses transisi dalam politik global. Tak lagi hanya menyuarakan perdamaian, Indonesia sekarang berupaya aktif menciptakannya dengan langkah konkret.
Langkah itu ditandai dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis 19 Februari. Kehadiran Prabowo membuka babak baru diplomasi Indonesia di tingkat global.
Forum yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat koordinasi stabilisasi Gaza tersebut menjadi ruang awal bagi Indonesia untuk terlibat dalam diskursus strategis tingkat tinggi. Kehadiran Indonesia memastikan isu Gaza tetap menjadi perhatian di tengah beragam krisis global lain.
Komitmen Indonesia dalam mendorong solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian di Palestina kemudian juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin 23 Februari kemarin.
Perjuangan Indonesia di forum-forum multilateral semakin lengkap dengan pertemuan antara Sugiono dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela acara Sidang Dewan HAM PBB. Keterpaduan antara forum multilateral, advokasi moral, dan konsultasi langsung dengan Palestina memperlihatkan desain diplomasi Indonesia yang matang.
Rangkaian diplomasi itu berlanjut pada 25 Februari saat Presiden Prabowo bertemu dengan Abdullah II. Yordania memiliki posisi strategis dalam dinamika konflik Timur Tengah karena berbatasan langsung dengan Palestina dan memiliki mandat historis atas situs-situs suci di Yerusalem. Dukungan Raja Abdullah II terhadap inisiatif diplomasi Indonesia dinilai memperkuat legitimasi langkah RI di kawasan.
Keterpaduan forum multilateral, advokasi moral, dan konsultasi bilateral tersebut mencerminkan desain diplomasi Indonesia yang semakin terarah dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina.
Lebih lanjut, Fahmi menyebut bahwa orkestrasi diplomasi Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam kepemimpinan internasional.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

