National

Dua Tahun Jadi Ibu Tunggal, Anissa Bangkit Bersama Program MBG

Dua tahun menjadi ibu tunggal mengubah total hidup Anissa Yuhotima, namun melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Polokarto, ia perlahan bangkit dan kembali menata ekonomi keluarga kecilnya.

Perjuangan ibu dua anak asal Desa Gondang, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini menjadi potret nyata bagaimana program MBG memberi dampak langsung bagi masyarakat kecil yang tengah berjuang keluar dari tekanan ekonomi.

Kisah Anissa mencerminkan dampak langsung program MBG bagi warga yang tengah berjuang menghadapi tekanan ekonomi. Di tengah keterbatasan, ia tak sekadar bertahan, tetapi mulai menata kembali masa depan keluarganya.

“Sudah 2 tahun ditinggal suami saya, meninggal. Anak saya 2, yang satu di Pondok, yang satu masih Balita,” kata Anissa di rumahnya, Desa Gondang, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).

Sejak kepergian sang suami, perempuan 30 tahun itu memikul dua peran sekaligus sebagai ibu dan pencari nafkah utama demi memastikan kedua buah hatinya tetap bisa makan dan sekolah. Beragam pekerjaan dilakukan, termasuk menerima jahitan dari konveksi rumahan dengan penghasilan yang tidak menentu dan sering kali hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu ketika pesanan sedang ramai.

Keadaan mulai berubah ketika dapur MBG Polokarto membuka lowongan bagi warga sekitar. Anissa diterima di divisi pengolahan, yang memberinya pendapatan lebih stabil serta rutinitas kerja yang jelas.

“Sekarang Alhamdulillah, mas, ekonominya juga sudah membaik. Bisa mencukupi keluarga, bisa membantu orang tua juga. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Alhamdulillah,” ucapnya penuh syukur.

Bagi Annisa bekerja di MBG bukan sekadar memperoleh tambahan penghasilan, melainkan juga mendapatkan ruang sosial baru yang membangun semangat dan rasa percaya diri. Pendapatan yang lebih stabil kini mulai ia sisihkan untuk tabungan pendidikan anak bungsunya yang akan segera memasuki usia sekolah dasar.

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi harapan besar bagi masyarakat kecil yang membutuhkan akses kerja dan kepastian penghasilan. Kebahagiaan Anissa semakin terasa ketika anak sulungnya yang duduk di bangku kelas 5 SD juga ikut merasakan manfaat program MBG di sekolah.

Kisah Anissa menjadi gambaran konkret bagaimana intervensi program berbasis pemberdayaan mampu menghadirkan perubahan nyata di tingkat keluarga, terutama bagi perempuan yang harus bangkit setelah kehilangan pasangan hidup.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...