World

Dubes Sudan: Konflik Hanya Terjadi di Sebagian Kecil Wilayah

Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, memaparkan kondisi terkini negaranya yang ia sebut relatif aman, di tengah sorotan dunia internasional terhadap konflik internal yang terjadi sejak akhir tahun lalu.

Yassir menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Sudan berada dalam kondisi stabil. Menurutnya, konflik yang terjadi hanya terbatas di wilayah tertentu dan tidak mencerminkan situasi negara secara keseluruhan.

“Sebagian besar wilayah Sudan telah aman,” ujar Yassir.

Ia membandingkan situasi tersebut dengan kondisi di Indonesia, yang secara umum aman namun tetap memiliki sejumlah wilayah yang kerap mengalami gejolak, seperti Papua dan Aceh. Kendati demikian, Yassir tidak menampik adanya konflik bersenjata antara pemerintah Sudan dan kelompok Rapid Support Forces (RSF).

Konflik tersebut, menurutnya, dipicu oleh intervensi negara asing, khususnya Uni Emirat Arab (UEA), yang disebut memberikan bantuan dan persenjataan canggih kepada kelompok bersenjata. Yassir mempertanyakan kepemilikan drone modern oleh RSF yang dinilainya mustahil diperoleh tanpa dukungan pihak luar.

Akibat konflik tersebut, sekitar 14 juta warga Sudan dilaporkan mengungsi. Meski begitu, Yassir menegaskan bahwa negaranya tengah menatap masa depan yang lebih baik.

“Sudan adalah negara besar, Sudan adalah masa depan,” kata mantan jurnalis tersebut.

Ia menambahkan, Sudan memiliki sumber daya alam melimpah, mulai dari emas hingga minyak bumi. Indonesia, melalui Pertamina, pernah terlibat dalam pengelolaan minyak di Sudan sebelum dilanjutkan oleh Petronas dari Malaysia. Selain itu, sektor pertanian Sudan juga dikenal sebagai penghasil kacang-kacangan dan kedelai.

Atas dasar itu, Yassir menilai narasi Sudan sebagai negara konflik semata merupakan propaganda pihak asing yang bertujuan melemahkan kedaulatan negaranya.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...