World

Hizbullah Tegaskan Akan Terus Bertempur Usai Serangan Israel Tewaskan Anggotanya di Lebanon

Hizbullah memperingatkan akan terus melakukan perlawanan setelah serangan udara Israel di wilayah Lebanon menewaskan sejumlah anggotanya pada Sabtu (21/2). Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan serta upaya pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata kelompok tersebut.

Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan yang menargetkan pusat komando Hizbullah di wilayah timur Lebanon serta fasilitas yang dikaitkan dengan Hamas di bagian selatan negara itu. Israel menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari langkah mempertahankan diri terhadap ancaman keamanan yang berasal dari wilayah Lebanon.

Pejabat senior Hizbullah, Mahmud Qamati, mengecam keras serangan di wilayah Bekaa dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa kelompoknya tidak memiliki pilihan lain selain mempertahankan diri dan wilayah Lebanon dari serangan yang terus berlanjut.

“Pilihan apa lagi yang kita punya untuk membela diri dan negara kita? Apa pilihan selain perlawanan? Kami tidak lagi memiliki pilihan lain,” ujar Qamati dalam pernyataan yang disiarkan media lokal.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk korban di wilayah timur dan selatan Lebanon. Di kota Baalbek, ratusan warga dilaporkan menghadiri prosesi pemakaman salah satu komandan Hizbullah yang tewas dalam serangan tersebut sebagai bentuk penghormatan.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi terang-terangan yang berpotensi merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa stabilitas nasional dan keamanan Lebanon harus tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum pertemuan komite multilateral yang diawasi oleh Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung untuk membahas stabilitas gencatan senjata yang telah disepakati sejak November 2024. Pertemuan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan perbatasan.

Situasi ini juga terjadi di tengah upaya pemerintah Lebanon untuk melanjutkan proses pelucutan senjata kelompok bersenjata, yang dinilai sebagai bagian dari langkah memperkuat stabilitas nasional. Namun, Israel menilai langkah tersebut belum cukup untuk menghilangkan ancaman keamanan di wilayah perbatasan.

Eskalasi konflik di Lebanon berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Hizbullah sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kelompok tersebut, yang berpotensi memperluas konflik di kawasan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...