National

Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng Hadirkan Harmoni Budaya dan Cahaya Lampion

Perayaan Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng menghadirkan suasana malam yang meriah dengan dekorasi lampion yang menerangi jalan raya hingga area taman. Festival berskala nasional ini menjadi perhelatan Imlek pertama di Indonesia yang menonjolkan pertunjukan seni serta kolaborasi lintas budaya. Ragam instalasi cahaya menciptakan atmosfer simbolis yang menekankan tema Harmoni Imlek Nusantara. Kehadiran pengunjung dari berbagai latar belakang turut memperkuat nuansa perayaan yang inklusif.

Instalasi lampion raksasa karya Erika Richardo menjadi ikon utama festival dan pusat perhatian pengunjung. Desain lampion tersebut menampilkan detail visual seperti awan, bunga, dan ilustrasi kuda yang menambah kekayaan artistik instalasi.

Master of ceremony Jessica Novengel menyampaikan kekagumannya terhadap ukuran serta kompleksitas karya tersebut saat berada di area kuliner festival. Lampion raksasa ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai simbol visual yang merepresentasikan identitas acara. Festival yang berlangsung pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menghadirkan beragam elemen budaya, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga atraksi barongsai.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati kuliner khas, pakaian adat, serta pertunjukan alat musik dari berbagai daerah di Nusantara. Perhelatan ini juga membuka ruang interaksi budaya internasional melalui kolaborasi dengan Korea Selatan dan rencana partisipasi perwakilan Tiongkok. Keberagaman program tersebut menjadikan festival sebagai wadah pertukaran budaya sekaligus sarana edukasi publik.

Imlek Festival 2577 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia dalam upaya mengangkat budaya sebagai kekuatan nasional. Acara ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan tunggal, melainkan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Antusiasme masyarakat menunjukkan potensi besar festival budaya sebagai sarana mempererat harmoni dan identitas multikultural Indonesia.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...