Pemerintah Iran membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran sedang mengembangkan rudal yang mampu menjangkau dan menyerang daratan AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menolak keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar.
“Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban jiwa selama kerusuhan Januari lalu, hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’,” kata Baghaei.
Pernyataan itu muncul setelah Trump menuding Iran memiliki ambisi nuklir berbahaya dan tengah mengembangkan sistem rudal yang dapat mengancam wilayah Barat, termasuk Amerika Serikat.
“Iran telah mengembangkan rudal yang bisa mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri,” kata Trump.
Ia juga menambahkan bahwa Iran sedang berupaya membangun rudal yang suatu saat dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat secara langsung.
Trump turut menuduh Iran kembali mempercepat ambisi nuklirnya di tengah berlangsungnya pembicaraan antara kedua negara terkait kesepakatan nuklir baru.
Selama proses negosiasi, Trump berulang kali menegaskan bahwa AS menginginkan Iran menghentikan pengayaan nuklirnya dan membatasi pengembangan rudal balistik. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika kesepakatan tidak tercapai.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program rudal merupakan bagian dari sistem pertahanan nasionalnya dan program nuklir yang dikembangkan bertujuan untuk kepentingan damai.
Teheran juga menyatakan kesiapannya untuk tetap berada di bawah pengawasan badan energi atom internasional guna memastikan transparansi program nuklirnya.
Akbari Danico – Redaksi

