World

Israel Terapkan Pembatasan Ketat, Akses Jemaah Palestina ke Masjid Al Aqsa Dibatasi

Otoritas Israel membatasi jumlah jemaah Palestina yang dapat beribadah di Masjid Al Aqsa menjadi maksimal 10.000 orang. Kebijakan tersebut diumumkan oleh badan militer COGAT pada Rabu (18/2), sebagai bagian dari pengaturan akses ke kompleks suci tersebut.

Dalam pernyataannya, COGAT menyebutkan bahwa warga Palestina yang ingin melaksanakan salat, khususnya salat Jumat, diwajibkan terlebih dahulu memperoleh izin harian. Pembatasan ini merupakan bagian dari prosedur keamanan yang diberlakukan otoritas Israel terhadap akses masuk ke kawasan tersebut.

Dikutip dari Middle East Monitor, kelompok jemaah yang diizinkan memasuki kompleks terdiri dari pria berusia 55 tahun ke atas, perempuan berusia 50 tahun ke atas, serta anak-anak hingga usia 12 tahun dengan syarat didampingi oleh kerabat tingkat pertama.

Israel diketahui secara rutin memberlakukan pembatasan akses bagi warga Palestina ke Masjid Al Aqsa, terutama selama bulan Ramadan. Pada periode tersebut, ratusan ribu warga Palestina biasanya melakukan perjalanan dari Tepi Barat menuju Yerusalem Timur untuk melaksanakan ibadah di lokasi yang dianggap suci tersebut.

Namun, sejak meningkatnya konflik pada Oktober 2023, otoritas Israel memperketat pengawasan di sejumlah pos pemeriksaan dan membatasi pergerakan warga Palestina menuju Yerusalem Timur. Kebijakan ini berdampak langsung pada jumlah jemaah yang dapat mengakses Masjid Al Aqsa, termasuk selama periode ibadah penting seperti Ramadan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...