Israel dilaporkan meningkatkan status siaga dan memperkuat persiapan militernya di tengah indikasi kemungkinan serangan gabungan dengan Amerika Serikat terhadap Iran dalam waktu dekat. Langkah ini diambil seiring meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian terkait perkembangan program nuklir Iran.
Menurut dua sumber Israel, salah satunya merupakan pejabat militer, Tel Aviv dalam beberapa pekan terakhir mempercepat perencanaan operasional militernya. Keputusan tersebut didorong oleh sikap skeptis Israel terhadap perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Washington menyatakan bahwa negosiasi menunjukkan kemajuan.
Sumber tersebut menegaskan bahwa Israel tetap mempersiapkan skenario serangan terhadap Iran, bahkan ketika Amerika Serikat sempat meredakan retorika terkait kemungkinan aksi militer terhadap Teheran. Salah satu sumber juga menyebut bahwa jika mendapat persetujuan dari Presiden Donald Trump, operasi militer tersebut berpotensi melampaui skala konflik sebelumnya, termasuk serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah menggelar sejumlah konsultasi keamanan khusus dalam beberapa hari terakhir untuk mengevaluasi kesiapan militer dan koordinasi strategis terkait kemungkinan operasi tersebut.
“Kita jauh lebih dekat dibanding sebelumnya (ke arah serangan),” ujar mantan kepala intelijen militer Israel, Amos Yadlin, seperti dikutip CNN pada Rabu (18/2).
Selain itu, Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan parlemen Israel juga menggelar pengarahan tertutup bersama pimpinan militer guna membahas kesiapan menghadapi potensi eskalasi konflik. Ketua komite, Boaz Bismuth, menyatakan bahwa pemerintah dan masyarakat Israel saat ini bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dalam menghadapi Iran.
Sementara itu, laporan Middle East Monitor menyebut Israel tengah mencari persetujuan dari Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran. Informasi tersebut juga diperkuat oleh laporan lembaga penyiar publik Israel, KAN, yang menyatakan bahwa kemungkinan operasi militer semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, perundingan terbaru antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran masih berlangsung. Namun, meningkatnya kesiapan militer Israel menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan tetap berada dalam kondisi tegang, dengan berbagai skenario yang terus dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan.
Akbari Danico – Redaksi

