Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengingatkan para penerima beasiswa LPDP (awardee), baik mahasiswa maupun alumni, untuk selalu menjaga etika serta nama baik Indonesia dalam setiap kesempatan. Imbauan tersebut disampaikan Direktur Utama LPDP Sudarto saat menanggapi polemik terkait seorang penerima beasiswa berinisial DS yang membuat konten di media sosial dengan nada dinilai menjatuhkan nama Indonesia.
Sudarto menjelaskan bahwa kewajiban menjaga etika dan ucapan telah tercantum dalam Pedoman Penerima Beasiswa, yang menjadi bagian dari kontrak antara awardee dan LPDP. Dalam pedoman tersebut, disebutkan bahwa penerima beasiswa wajib menjaga nama baik Indonesia dan LPDP baik dalam perkataan maupun tindakan.
Ia juga mengingatkan bahwa dana pendidikan yang diterima para awardee bersumber dari pajak masyarakat. Karena itu, terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga reputasi bangsa selama masa studi maupun setelah lulus.
Selain berperilaku baik dan menjaga martabat Indonesia, ia menambahkan bahwa penerima beasiswa LPDP juga harus menyelesaikan studi dengan baik serta setia kepada NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pedoman tersebut juga mengatur bahwa alumni wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia sesuai ketentuan masa pengabdian.
Sudarto menegaskan bahwa masa studi tidak boleh disalahgunakan untuk menetap di luar negeri tanpa izin karena hal tersebut melanggar kontrak yang telah disepakati dengan negara.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa LPDP akan menindak tegas penerima beasiswa yang tidak mematuhi pedoman, termasuk mereka yang enggan mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Sudarto mengungkapkan, per 31 Januari 2026, LPDP telah memberikan sanksi kepada delapan penerima beasiswa yang terbukti tidak menjalankan kewajiban pengabdian di Indonesia. Masing-masing diwajibkan mengembalikan dana pendidikan hingga Rp2 miliar.
Selain itu, masih terdapat 36 orang yang saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, termasuk beberapa yang menjadi sorotan publik di media sosial.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

