Tumpukan kayu yang sempat mengepung sebuah masjid di Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, kini telah sirna. Material kayu tersebut merupakan dampak banjir yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
Prajurit TNI dikerahkan untuk membersihkan kawasan tersebut. Pembersihan dilakukan siang dan malam dengan mengandalkan sejumlah alat berat, seperti ekskavator dan buldoser. Tak butuh waktu lama, kawasan Lubuk Sidup kembali bersih. Aktivitas warga pun berangsur normal setelah area yang sebelumnya tertutup kayu berhasil dibersihkan.
Dari video yang dibagikan, Rabu (4/2/2026), terlihat kondisi bagaimana tumpukan kayu pernah mengepung Lubuk Sidup.
Secara bertahap, anggota TNI membersihkan material tersebut. Ekskavator tampak mengeruk potongan kayu, sementara buldoser meratakan dan mengeraskan permukaan tanah. Memasuki malam hari, mesin ekskavator dan buldoser tetap berderu. Dengan penerangan seadanya, alat-alat berat itu tetap bekerja agar pembersihan area bisa segera selesai.
Momen heroik anggota TNI yang tak kenal lelah bekerja juga tampak saat membersihkan Pondok Pesantren Ummul Ayman III di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Seorang anggota bahkan harus terjebak lumpur saat tengah membersihkan halaman Ponpes. Dia harus dibantu rekannya untuk bisa keluar dari kubangan lumpur.
Ada juga momen saat seorang anggota tengah membersihkan ruang kelas menggunakan penyerok. Dia terpeleset jatuh karena licinnya lantai. Bukannya mengeluh, para anggota TNI lainnya masih menghibur anggota itu. Suasana pembersihan menjadi semakin guyub.
Momen khusyuk justru tampak ketika mereka membersihkan kitab suci Al-Quran yang sempat terendam lumpur. Secara hati-hati mereka pisahkan dan membersihkan Al-Quran.
Terpotret juga momen saat anggota TNI tengah istirahat sambil makan. Meski pakaiannya berlumur lumpur, mereka tetap bersantap sejenak untuk kemudian bekerja kembali. Berkat upaya tersebut, Pondok Pesantren Ummul Ayman III kini kembali bersih dan siap digunakan. Lantai ruang belajar kembali bersih, memungkinkan para santri melanjutkan kegiatan belajar.
Setelah proses pembersihan rampung, anggota TNI juga mengajak para santri berolahraga bersama sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma pascabencana.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

