National

Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Naik Jelang Ramadan

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengungkapkan penyebab kenaikan harga cabai di sejumlah daerah menjelang Ramadan. Kenaikan ini terlihat dari harga cabai di beberapa wilayah yang bahkan menembus Rp100 ribu per kilogram.

Mendag menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai terutama disebabkan oleh gangguan distribusi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat proses pengiriman dari sentra produksi ke berbagai daerah menjadi terhambat, meskipun pasokan sebenarnya tersedia.

“Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani, karena hujannya terus-terusan. Sebenarnya panennya, produknya ada banyak, cuma karena terganggu hujan distribusinya tidak berjalan dengan baik. Kami sudah koordinasi. Lebih ke faktor karena hujan, itu lebih mendominasi,” ujar Budi saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/2).

Kenaikan harga cabai terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Di Kalimantan Tengah, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp104 ribu per kilogram, sementara di Jakarta mencapai Rp96 ribu per kilogram. Lonjakan ini mencerminkan tekanan harga yang terjadi secara luas menjelang bulan puasa.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), hampir seluruh jenis cabai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Secara nasional, harga cabai merah besar tercatat sebesar Rp44.600 per kilogram, atau naik 7,34 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, harga cabai merah keriting naik lebih tinggi sebesar 9,79 persen menjadi Rp46.550 per kilogram. Cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan 2,45 persen menjadi Rp54.300 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencatat lonjakan paling signifikan sebesar 11,18 persen menjadi Rp76.550 per kilogram.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah di sejumlah wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan, yang menembus level di atas Rp90 ribu per kilogram. Di Kalimantan Tengah, harga cabai rawit merah bahkan sempat mencapai Rp106.900 per kilogram sebelum turun ke Rp104.400 per kilogram.

Selain itu, harga cabai rawit merah di beberapa wilayah lain juga tercatat tinggi, seperti di Kalimantan Utara dan Maluku Utara yang masing-masing mencapai Rp95 ribu per kilogram, serta di Papua sebesar Rp94.500 per kilogram. Wilayah lain seperti Banten juga mencatat harga tinggi sebesar Rp93.900 per kilogram.

Secara nasional, harga cabai rawit merah naik dari Rp68.850 per kilogram menjadi Rp76.550 per kilogram dalam sepekan terakhir, atau meningkat sekitar 11 persen. Kenaikan ini menunjukkan tingginya tekanan harga menjelang Ramadan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah keriting, yang secara nasional naik dari Rp42.400 per kilogram menjadi Rp46.550 per kilogram. Kenaikan signifikan tercatat di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp61.250 per kilogram, serta di Maluku Utara dan Papua yang masing-masing mencapai Rp70 ribu dan Rp75 ribu per kilogram.

Adapun harga cabai merah besar secara nasional naik dari Rp41.550 per kilogram menjadi Rp44.600 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah sebesar Rp75 ribu per kilogram, disusul Papua Rp74 ribu per kilogram dan Kalimantan Barat Rp70.200 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit hijau secara nasional berada di level Rp54.300 per kilogram, dengan harga tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah sebesar Rp73.750 per kilogram. Wilayah lain seperti Kalimantan Barat, Papua, dan Maluku Utara juga mencatat harga tinggi, masing-masing di kisaran Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi cabai dapat kembali lancar, sehingga harga di tingkat konsumen dapat kembali stabil menjelang Ramadan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...