Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, menghadapi desakan untuk mengundurkan diri setelah diduga menyatakan bahwa Israel merupakan “musuh bersama umat manusia.” Tuduhan tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Jerman, yang menyerukan pengunduran dirinya.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada 11 Februari menyatakan akan menuntut pengunduran diri Albanese dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari. Ia menilai pernyataan Albanese mengandung unsur yang dianggap bermasalah dan memicu kontroversi di kalangan pejabat Eropa.
Namun, lebih dari 150 mantan diplomat dan anggota parlemen Eropa menyatakan penolakan terhadap tuntutan tersebut melalui surat terbuka yang dikirim kepada AFP. Mereka membela Albanese dan mendesak Barrot untuk menarik kembali pernyataannya, serta tidak menggunakan informasi yang dianggap tidak akurat untuk mendiskreditkan pejabat independen PBB.
“Kontroversi ini tidak boleh mengalihkan perhatian dari pembantaian warga sipil, maupun dari krisis kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran di Gaza,” tulis para mantan diplomat dan politikus dalam surat tersebut.
Surat itu ditandatangani oleh sejumlah mantan menteri luar negeri dan diplomat dari Belanda, serta belasan anggota parlemen dan senator Eropa yang masih aktif. Selain itu, mantan menteri luar negeri Afrika Selatan juga turut memberikan dukungan terhadap Albanese.
Kontroversi ini bermula dari pernyataan Albanese dalam sebuah forum di Doha pada 7 Februari yang diselenggarakan oleh Al Jazeera. Dalam forum tersebut, ia mengkritik negara-negara yang dinilai tetap memberikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Israel di tengah konflik yang berlangsung.
“Fakta bahwa alih-alih menghentikan Israel, sebagian besar dunia malah mempersenjatai, memberi Israel alasan politik, perlindungan politik, dukungan ekonomi dan keuangan. Ini adalah sebuah tantangan,” ujar Albanese.
Ia juga menyatakan bahwa hukum internasional menghadapi tantangan serius, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan dan prinsip-prinsip dasar sebagai jalan menuju perdamaian.
Sementara itu, organisasi non-pemerintah UN Watch menyebarkan potongan video pernyataan Albanese yang kemudian memicu kontroversi di kalangan pejabat Eropa. Video tersebut disebut menimbulkan interpretasi bahwa Albanese menyebut Israel sebagai “musuh bersama umat manusia,” yang kemudian memicu reaksi dari sejumlah negara, termasuk Austria, Ceko, Prancis, Jerman, dan Italia.
Akbari Danico – Redaksi

