National

Program Dapur MBG di Sukoharjo Bantu Ibu Tiga Anak Bangkit dari Lilitan Utang

Upah dari menjahit tak cukup bagi Nur Alisa, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk keluar dari jeratan utang. Jangankan untuk membayar utang, untuk kehidupan sehari-hari saja dia selalu waswas.

Sebagai penjahit, Alisa hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu dalam seminggu. Sementara, suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan berpenghasilan rata-rata per hari Rp 100 ribu. Walaupun digabung, penghasilan mereka  belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang anak. Apalagi untuk mencicil melunasi utang.

“Sekarang saya kerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/dapur MBG). Alhamdulillah, bisa sedikit melunasi utang sama bisa mencukupi kebutuhan anak, buat bayar sekolah,” ujar Alisa dikutip Selasa (24/2).

Saat ini, setelah bekerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ia bisa sedikit melunasi utang sama bisa mencukupi kebutuhan anak serta bayar sekolah. Ia menjelaskan, anaknya yang paling besar saat ini  siswa kelas 1 MTs, anak kedua masih duduk di bangku taman kanan-kanan (TK). Sementara anak ketiga masih berumur tiga tahun. Kini, Alisa diterima bekerja di SPPG Polokarto Sukoharjo.

Selain itu, Alisa juga masih bisa menyambi menjahit. Dia berharap program MBG ini tetap bisa terus berlanjut. Selain untuk kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia, kebutuhan sehari-harinya juga bisa terpenuhi. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas program MBG karena bisa membantu ekonomi keluarga dan menyekolahkan anak.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...