National

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali Usaha Pengrajin

Program Gentengisasi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto membangkitkan semangat pengrajin genteng di sejumlah daerah. Beberapa di antaranya adalah para pengrajin di daerah Priangan Timur, Jawa Barat, yang mencakup Kabupaten Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Pengrajin genteng tanah liat asal Kampung Ablok, Kabupaten Banjar, Nurdin, mengatakan Gentengisasi membuat dia bersemangat lagi. Dia mengaku sudah lama tak lagi membuat genteng karena permintaan yang sudah sangat jarang. Padahal, sudah sejak lama mereka mengandalkan usaha pembuatan genteng untuk bertahan hidup.

Nurdin masih ingat, puncak permintaan genteng terjadi pada 2015, setelah itu terus menurun. Kini, dia sangat berharap dengan program Gentengisasi yang digagas Prabowo. Menurutnya, program ini seakan kabar dari surga. Hal itu diungkapkan Nurdin, pada Sarasehan Ekonomi Kerakyatan bertema Dari Tanah Menjadi Atap: Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi, di Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026).

Nurdin dan puluhan pengrajin genteng di Banjar mengaku sudah lama tidak merasakan kepedulian dari pemerintah. Menurutnya, tekad Prabowo menggerakkan program Gentengisasi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap usaha masyarakat kecil.

Sementara itu, Pengajar Program Pascasarjana Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Edy Suroso menjelaskan, Gentengisasi merupakan salah satu program strategis hasil dari visi kerakyatan Prabowo. Menurutnya, Prabowo amat jeli dalam membantu masyarakat bawah untuk bangkit.

Edy mengatakan, Gentengisasi memiliki karakter ekonomi kerakyatan yang berbasis padat karya, sumber daya lokal, dan punya data tahan terhadap krisis.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Tasikmalaya, Agus Rudianto mengatakan, jika program ini ingin menyentuh pengrajin kecil, maka harus diperkuat dengan manajemen koperasi yang andal.

Selain itu, akses modal juga harus dimudahkan. Agar jangkauan lebih luas, dia juga menyarankan agar pengrajin juga diberi edukasi mengenai digitalisasi untuk memudahkan pemasaran produksi genteng.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...