Sejumlah negara mengeluarkan peringatan darurat kepada warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi eskalasi militer menyusul ancaman serangan dari Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan di kawasan serta meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran.
Negara-negara seperti Jerman, Serbia, Swedia, Polandia, India, hingga Korea Selatan secara resmi mengimbau warganya untuk meninggalkan Iran dan menunda perjalanan ke negara tersebut. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya risiko konflik yang dapat berdampak pada keselamatan warga asing.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengultimatum Iran untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir dalam waktu terbatas. Putaran terbaru perundingan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, dalam upaya diplomatik yang dinilai krusial untuk mencegah konfrontasi militer.
Pemerintah Jerman melalui kedutaannya di Teheran menyatakan bahwa situasi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil, dengan kemungkinan terjadinya bentrokan militer yang tidak dapat dikesampingkan. Kedutaan juga memperingatkan potensi pembatasan lalu lintas udara, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara secara mendadak.
Pemerintah Serbia turut mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran dan menghindari perjalanan ke negara tersebut dalam waktu dekat. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan yang semakin meningkat akibat ketegangan geopolitik yang berkembang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menegaskan bahwa situasi di Iran sangat tidak pasti dan mendesak warga negaranya untuk segera keluar dari negara tersebut selama jalur evakuasi masih tersedia. Ia juga memperingatkan bahwa pemerintah mungkin tidak dapat memberikan bantuan evakuasi jika situasi memburuk secara drastis.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, juga meminta seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Ia memperingatkan bahwa kemungkinan konflik militer sangat nyata dan kesempatan untuk melakukan evakuasi dapat tertutup sewaktu-waktu jika situasi semakin memburuk.
India dan Korea Selatan juga mengeluarkan peringatan serupa melalui kedutaan masing-masing di Teheran. Pemerintah kedua negara meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran menggunakan sarana transportasi yang tersedia serta tetap memantau perkembangan situasi keamanan secara ketat.
Serangkaian peringatan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik militer di kawasan Timur Tengah. Negara-negara tersebut berupaya memastikan keselamatan warga negaranya di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat dinamika geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Akbari Danico – Redaksi

