Suporter Olympique de Marseille melakukan aksi protes dengan mengosongkan tribun utara selama 15 menit pertama pertandingan melawan RC Strasbourg pada laga yang berlangsung pada 14 Februari 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap situasi klub, menyusul pemecatan pelatih Roberto De Zerbi serta kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain pada pertandingan sebelumnya.
Kelompok suporter menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai simbol protes terhadap arah kebijakan klub yang dinilai telah merusak proyek jangka panjang. Dengan meninggalkan tribun kosong pada awal pertandingan, suporter ingin mengirimkan pesan tegas kepada manajemen dan pemilik klub atas kondisi yang terjadi saat ini.
“Tribun kosong sebagai tanda protes, untuk klub yang sedang menghancurkan dirinya sendiri. Semua proyek kalian menguap jadi asap selama bertahun-tahun yang sia-sia ini,” demikian pernyataan yang disampaikan kelompok suporter dalam aksinya.
Selain itu, suporter juga secara terbuka menyerukan agar pemilik klub, Frank McCourt, dan presiden klub, Pablo Longoria, meninggalkan posisi mereka. Seruan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan klub di tengah performa tim dan keputusan manajemen yang dinilai mengecewakan.
Aksi protes ini menjadi gambaran nyata ketegangan antara suporter dan manajemen, sekaligus menunjukkan tekanan yang semakin besar terhadap klub untuk segera melakukan pembenahan dan mengembalikan kepercayaan para pendukung.
Akbari Danico – Redaksi

