National

Survei Indikator: Kondisi Nasional Dinilai Membaik di Bawah Kepemimpinan Prabowo

Kondisi nasional semakin baik selama 17 bulan kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tren positif tersebut. Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru bertema Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan terhadap Lembaga Negara, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Jakarta, Minggu (8/2/2026).

Survei yang dilakukan secara tatap muka ini dilakukan pada 15 hingga 21 Januari 2026 dengan sampel 1.220 orang dari seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen.

Dari survei itu, Indikator mencatat kondisi ekonomi Indonesia membaik. Saat responden diberi pertanyaan bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang?.

Sebanyak 35,5 persen responden menjawab sangat baik dan baik. Sebanyak 39,4 persen menjawab sedang, 21,4 persen menjawab buruk, dan hanya 2,7 persen yang menjawab sangat buruk.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida, mengatakan pola penilaian serupa juga terlihat pada persepsi publik terhadap kondisi politik nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Dalam penilaian tersebut, 34,2 persen responden menyatakan kondisi politik sangat baik dan baik, 38,2 persen menilai sedang, 18,5 persen menilai buruk, dan 1,9 persen menyatakan sangat buruk.

Masyarakat bahkan puas dengan kinerja pemberantasan korupsi selama Prabowo memimpin. Sebanyak 48,8 persen responden menyatakan kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia sangat baik dan baik. Sebanyak 25,7 persen menjawab sedang, 18,2 persen menjawab buruk, dan hanya 3 persen yang menjawab sangat buruk.

Dari sejumlah sektor tersebut, responden meminta pemerintah lebih memperhatikan lagi sejumlah persoalan. Masalah mendesak yang perlu segera ditangani pemerintah meliputi pengendalian harga kebutuhan pokok sebanyak 27,4 persen; pemberantasan korupsi (20,2 persen); penyediaan lapangan kerja (17,6 persen); dan upaya pengurangan kemiskinan (10,9 persen).

Menurut Rizka, temuan tersebut menunjukkan persepsi publik yang relatif stabil dan cenderung positif terhadap kondisi ekonomi dan politik nasional dalam periode awal pemerintahan Prabowo.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...