Memasuki fase pemulihan pascabencana, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengintensifkan pembersihan fasilitas umum sebagai bagian dari upaya mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak. Langkah ini menjadi penanda penting bahwa aktivitas sosial dan keagamaan warga perlahan bangkit kembali. Pembersihan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga ruang-ruang publik yang menjadi pusat interaksi masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan pemulihan yang menyeluruh dan berorientasi pada keberlanjutan kehidupan warga.
Di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, prajurit TNI membersihkan instalasi farmasi yang terdampak banjir dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator kecil serta pengerjaan manual. Lumpur dan sampah plastik yang terbawa arus banjir diangkat agar fasilitas kesehatan tersebut kembali berfungsi. Upaya serupa dilakukan di berbagai wilayah Aceh dengan menyasar tempat ibadah. Di Kabupaten Pidie dan Bireuen, prajurit membersihkan dan mengecat kembali meunasah agar dapat digunakan masyarakat untuk beribadah.
Di Kabupaten Gayo Lues, prajurit TNI bersama warga memperbaiki masjid di Desa Sentul, Kecamatan Tripe Jaya, termasuk memasang kembali jendela yang rusak akibat bencana. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, pembersihan juga dilakukan di gereja-gereja, seperti Gereja HKBP di Desa Bonalumban, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Gereja Katolik di Desa Hutagodang, Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain tempat ibadah, kantor desa, pasar, dan fasilitas umum lainnya turut dibersihkan. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembersihan juga menjangkau infrastruktur dasar seperti jalan desa di Kabupaten Tapanuli Utara, termasuk di Desa Huta Julu serta Desa Pagaran Lambung I dan Desa Sibalanga. Akses jalan yang kembali bersih diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Masjid, gereja, pasar, dan fasilitas publik lainnya berperan penting sebagai pusat kehidupan sosial dan penguatan nilai kebersamaan. Melalui kerja terpadu ini, pemerintah bersama TNI menegaskan komitmen bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya memulihkan bangunan, tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat secara utuh.
Alexander Jason – Redaksi

