Pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan langkah-langkah baru untuk mencegah krisis energi global semakin memburuk di tengah eskalasi serangan balasan di kawasan Teluk Persia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (19/3) mengatakan pemerintah Amerika Serikat membuka kemungkinan untuk melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini tengah dikirim, yang diperkirakan mencapai sekitar 140 juta barel.
Selain itu, Washington juga mempertimbangkan untuk kembali melepas cadangan minyak dari strategic reserves guna menstabilkan pasar energi global.
Langkah tersebut muncul di tengah lonjakan tajam harga energi setelah serangan terbaru terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak hampir 10 persen hingga mencapai 118 dolar AS per barel pada Kamis pagi, sementara harga gas alam di Eropa naik hingga 30 persen.
Iran dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk Persia sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas pada Rabu sebelumnya.
Qatar, salah satu pemasok energi global utama, menyebut serangan Iran telah merusak sejumlah fasilitas gas, termasuk terminal Ras Laffan yang merupakan fasilitas gas alam cair terbesar di dunia.
Serangan drone juga dilaporkan memicu kebakaran di dua kilang milik negara di Kuwait, serta jatuh di terminal ekspor energi utama di Arab Saudi.
Sementara itu di Uni Emirat Arab, otoritas setempat menyatakan telah merespons sejumlah insiden di fasilitas gas dan ladang minyak yang disebabkan oleh puing-puing hasil intersepsi rudal.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan optimisme terkait jalannya operasi militer Amerika Serikat.
“Kami menang secara menentukan dan sesuai dengan rencana kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Pentagon, seraya menolak memberikan perkiraan waktu berakhirnya konflik.
Hegseth juga mengklaim militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di Iran sejak perang dimulai hampir tiga pekan lalu, termasuk merusak atau menenggelamkan lebih dari 120 kapal angkatan laut Iran serta melumpuhkan pelabuhan militernya.
Ia juga menepis kekhawatiran mengenai potensi meluasnya konflik menjadi perang kawasan yang lebih besar.
Kekhawatiran justru meningkat di Eropa, di mana para pemimpin menyoroti dampak serius serangan terhadap infrastruktur energi serta lonjakan harga minyak dan gas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut eskalasi tersebut sebagai tindakan yang “ceroboh” dan memperingatkan bahwa kehancuran fasilitas energi dapat memperpanjang dampak konflik.
Sementara itu, juru bicara militer Iran menegaskan pihaknya akan terus membalas setiap serangan terhadap fasilitas energinya.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran memperingatkan akan melanjutkan serangan terhadap infrastruktur energi pihak lawan dan sekutunya jika serangan terus berlanjut.
Presiden Trump sendiri sebelumnya menyatakan bahwa Israel bertindak sendiri dalam menyerang ladang gas South Pars, namun memperingatkan akan menghancurkan fasilitas tersebut jika infrastruktur energi Qatar kembali menjadi sasaran.
Akbari Danico – Redaksi

