Dua kapal tanker gas minyak cair (LPG) berbendera India berlayar melalui Selat Hormuz pada Senin (23/3) meski lalu lintas secara keseluruhan tetap terblokir oleh Iran.
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dikutip dari Reuters, tanker Pine Gas berlayar melalui selat tersebut dengan Jag Vasant mengikuti di belakangnya. Data dari platform pelacakan menunjukkan Pine Gas menyiarkan pesan “kapal dan awak India”.
Di tengah pelayaran terbatas itu, ratusan kapal dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk. Ribuan pelaut pun terdampar sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang melibatkan Israel sejak akhir Februari.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (22/3) mengeluarkan ultimatum untuk Iran dengan mengancam bakal menghancurkan infrastruktur energi dan listrik bila Selat Hormuz tak dibuka dalam 48 jam.
Iran merespons dengan ancaman balasan, termasuk kemungkinan menyerang fasilitas milik AS di Timur Tengah jika ultimatum tersebut dijalankan.
Namun, dalam perkembangan terbaru pada Senin (23/3), Trump menyatakan menunda rencana serangan militer selama lima hari setelah adanya pembicaraan dengan Iran. Ia menyebut komunikasi kedua pihak berlangsung “sangat baik dan produktif” dan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kami di Timur Tengah,” kata Trump di media sosialnya Truth Social.
“Berdasarkan isi dan nada pembicaraan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” pungkasnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

