Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, meminta Indonesia dan seluruh negara di dunia, khususnya negara-negara Muslim, untuk secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3).
Boroujerdi menegaskan bahwa serangan gabungan AS dan Israel pada akhir pekan lalu merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menyampaikan apresiasi atas pernyataan resmi yang telah dikeluarkan Indonesia, seraya berharap sikap serupa dapat diambil oleh lebih banyak negara di dunia.
“Indonesia telah mengeluarkan sebuah pernyataan dan kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pernyataan tersebut. Namun, kami berharap semua negara dapat secara tegas mengutuk serangan yang terjadi terhadap Iran,” ujar Boroujerdi.
Ia juga secara khusus meminta negara-negara Islam untuk menunjukkan solidaritas nyata melalui pernyataan resmi dan langkah konkret di forum internasional. Menurutnya, negara-negara Muslim memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk membela Iran melalui berbagai saluran diplomasi, termasuk di Organisasi Kerja Sama Islam dan PBB.
“Kami berharap negara-negara Islam memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal ini, serta menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI dan juga PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran,” katanya.
Boroujerdi menambahkan bahwa Iran juga mendorong negara-negara Islam untuk menggalang kampanye internasional yang menentang peperangan dan mendukung penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Serangan AS dan Israel yang terjadi pada Sabtu (28/2) dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Iran mengecam keras serangan tersebut, terutama karena terjadi saat Teheran dan Washington tengah menjalani putaran ketiga negosiasi terkait program nuklir Iran di Teheran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke berbagai target di wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah negara kawasan Teluk, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional. Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri atas serangan yang diterimanya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan atas eskalasi militer yang terjadi akibat gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menghormati kedaulatan masing-masing negara, serta mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik.
Akbari Danico – Redaksi

