World

Ghalibaf Peringatkan AS: Jangan Uji Tekad Iran di Tengah Ketegangan

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menguji tekad Teheran dalam mempertahankan wilayahnya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah laporan menyebut pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan Ghalibaf sebagai mitra potensial untuk negosiasi di masa depan, bahkan sebagai figur penting dalam dinamika politik Iran.

Mengutip Politico yang dilansir Reuters, Gedung Putih disebut tengah mengevaluasi sejumlah tokoh Iran, dengan Ghalibaf menjadi salah satu kandidat yang dinilai memiliki pengaruh kuat. Namun, pada Rabu (25/3), Ghalibaf justru melontarkan peringatan keras menyusul laporan rencana Washington mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah.

“Kami memantau secara ketat semua pergerakan AS di kawasan, terutama penempatan pasukan. Apa yang telah dirusak para jenderal tidak bisa diperbaiki oleh para tentara; malah mereka akan menjadi korban delusi Benjamin Netanyahu,” ujarnya, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Jangan uji tekad kami untuk membela tanah kami,” tegasnya.

Di sisi lain, Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan pengerahan pasukan tambahan ke kawasan. Ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 disebut akan dikerahkan sebagai bagian dari penguatan militer AS.

Unit elite ini dikenal mampu bergerak cepat, bahkan dalam waktu kurang dari 18 jam setelah menerima perintah, dengan sekitar 1.000 tentara diperkirakan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Kontingen tersebut mencakup jajaran komando divisi hingga batalion Pasukan Respons Cepat (Immediate Response Force/IRF), yang dirancang untuk merespons situasi darurat dalam waktu singkat.

Langkah ini menunjukkan peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah, meski di saat bersamaan Washington masih membuka peluang dialog dengan Iran.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...