Metropolitan

Gubernur Pramono Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi di Momen Cap Go Meh

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat. Acara tersebut menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, dan Djarot Saiful Hidayat turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Pramono menilai perayaan ini menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang tumbuh serta diterima dengan baik di Jakarta. Ia menyebut kehadiran para mantan gubernur sebagai simbol kesinambungan pembangunan di ibu kota. Menurutnya, Jakarta merupakan melting pot budaya di mana berbagai etnis dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis dan saling memperkaya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan sebagai simbol penguatan identitas budaya Jakarta yang majemuk. Museum tersebut akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran dan proyek MRT fase lanjutan untuk memperkuat destinasi wisata budaya. Ia menegaskan kontribusi besar warga Tionghoa bagi Jakarta layak diapresiasi melalui langkah konkret tersebut.

Perayaan Cap Go Meh sekaligus menutup Festival Imlek Jakarta 2026 yang berlangsung sejak 13 Februari, dengan beragam atraksi budaya dan bazar UMKM. Momentum ini juga ditandai penyerahan Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia serta pengumuman pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026. Pramono menekankan bahwa keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...