National

Imbas Perang Timur Tengah, 35 Penerbangan Internasional Bali Dibatalkan 

Penutupan jalur udara di kawasan Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berdampak pada operasional penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sebanyak 35 jadwal penerbangan tercatat batal dalam periode Sabtu (28/2) hingga Rabu (4/3).

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan dari total pembatalan tersebut terdiri atas 20 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan.

Meski demikian, ia memastikan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum tetap berjalan normal dan optimal.

Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah, serta terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi.

“Utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara,” ujarnya.

Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang yang terdampak batal terbang mencapai 5.905 orang.

Sebagai bentuk layanan tambahan, pengelola bandara menyediakan pelayanan help desk dan konter pelayanan keimigrasian yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Ada pula layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi.

Manajemen mengimbau calon penumpang untuk aktif berkomunikasi dengan maskapai guna memperoleh pembaruan jadwal penerbangan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...