Iran memastikan proses pemilihan pemimpin tertinggi baru untuk menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei tidak akan berlangsung lama.
Anggota Majelis Ahli Iran, Ali Moalemi, menyatakan para anggota lembaga tersebut telah disumpah untuk memilih penerus Khamenei berdasarkan prinsip-prinsip agama, tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi maupun afiliasi politik.
“Proses tersebut tidak akan memakan waktu lama,” ujar Moalemi, seperti dikutip kantor berita mahasiswa Iran Islamic Students News Agency (ISNA), Selasa (3/3).
Sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Majelis Ahli merupakan lembaga yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran. Setiap anggotanya disumpah agar tidak menjadikan preferensi terhadap individu tertentu, faksi politik, atau partai sebagai faktor dalam proses pemilihan.
“Majelis Ahli, seperti di masa lalu, akan memilih sosok seperti Pemimpin Revolusi yang gugur,” kata Moalemi, merujuk pada Khamenei.
Sejak kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran bergerak cepat menyiapkan transisi kepemimpinan di tengah meningkatnya ketegangan dan potensi serangan lanjutan dari Israel dan Amerika Serikat.
Untuk sementara, ulama senior Alireza Arafi ditunjuk memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi. Mengutip laporan CBS yang merujuk ISNA, Arafi akan memimpin bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei dalam struktur kepemimpinan sementara tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

