World

Israel Akui Rencana Operasi Perang Iran Hanya Tiga Pekan ke Depan

Israel mengungkapkan bahwa militernya saat ini hanya memiliki rencana operasional sekitar tiga pekan ke depan dalam perang melawan Iran, di tengah konflik yang terus memanas hingga Senin (16/3).

Pernyataan tersebut muncul ketika serangan udara Israel masih terus menggempur berbagai target di wilayah Iran dan ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meluas.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, mengatakan rencana operasi militer telah disusun secara rinci, termasuk kemungkinan langkah lanjutan setelah periode tiga pekan tersebut berakhir.

“Kami ingin memastikan rezim ini menjadi selemah mungkin dan seluruh kemampuan mereka, di semua lini aparat keamanan, dapat dilumpuhkan,” ujar Shoshani, seperti dikutip Al Arabiya.

Militer Israel menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam Israel, dengan menargetkan infrastruktur rudal balistik, fasilitas nuklir, serta aparat keamanan Iran.

Israel juga menyatakan telah memobilisasi lebih dari 110.000 pasukan cadangan dan masih memiliki ribuan target lain di dalam wilayah Iran yang dapat diserang.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun melakukan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat, menurut laporan Student News Network Iran.

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini telah memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Konflik tersebut turut mengganggu jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Situasi ini mendorong kenaikan harga minyak global sekaligus memicu kekhawatiran meningkatnya inflasi di berbagai negara.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (15/3) juga menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Trump turut memperingatkan bahwa aliansi NATO akan menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika para anggotanya tidak mendukung langkah Washington dalam konflik tersebut.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...