Israel mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, dengan menjatuhkan sekitar 15 ribu bom sejak awal konflik.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan seluruh bom tersebut dijatuhkan melalui jet tempur tanpa berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iran.
Serangan tersebut disebut berlangsung sejak 28 Februari, saat operasi militer Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran mulai digencarkan.
Jumlah bom yang dijatuhkan itu diklaim mencapai empat kali lipat dibandingkan serangan Israel dalam perang 12 hari pada tahun sebelumnya, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Dalam konferensi pers bersama Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir, Katz juga mengungkapkan bahwa pemerintah Israel telah menyetujui rencana lanjutan untuk melancarkan gelombang serangan baru ke Iran dan Lebanon.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam menyatakan telah meluncurkan operasi balasan yang menargetkan pasukan Israel di wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza.
IRGC menyebut serangan dalam operasi bertajuk “True Promise 4” menyasar sejumlah aset militer Israel.
“Operasi-operasi ini adalah awal dari penargetan tempat berkumpulnya pasukan Zionis di Palestina utara dan Jalur Gaza,” demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Middle East Monitor.
Selain itu, IRGC mengklaim serangan juga diarahkan ke pusat komando militer Israel di sekitar kota Safed.
Mereka menegaskan sejumlah titik strategis dan fasilitas militer Israel telah terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

