Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons laporan masyarakat terkait kondisi kebersihan di kawasan Taman Bendera Pusaka yang belum lama dibuka untuk umum. Di sejumlah titik, masih ditemukan sampah berserakan meski fasilitas tempat sampah telah tersedia.
Melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan ruang publik sebagai tanggung jawab bersama. Kepala Distamhut DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, menekankan pentingnya peran aktif pengunjung dalam menjaga kebersihan taman.
“Pemerintah terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Namun, keberhasilan menjaga kebersihan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ujar Fajar di Jakarta, pada Senin (23/3).
Untuk memperkuat pengawasan, Distamhut telah menempatkan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) di area taman. Para petugas secara aktif mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, sejumlah papan informasi (map board) berisi aturan dan imbauan telah dipasang di berbagai titik sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat.
Sebagai langkah lanjutan, Distamhut juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang akan segera menambah fasilitas kebersihan, berupa sepuluh unit tempat sampah pilah tiga jenis, lima unit tongbing berkapasitas 600 liter serta enam unit tongbing troly berkapasitas 200 liter.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan, upaya menjaga kebersihan tidak hanya bertumpu pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kebersihan Taman Bendera Pusaka diharapkan dapat terjaga secara berkelanjutan, sehingga menghadirkan ruang publik yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

