Indonesia untuk pertama kalinya akan mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton. Langkah ini ditempuh guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Rencana pengiriman beras premium tersebut mendapat respons positif dari para jemaah. Rusdi, jemaah umrah asal Bekasi, mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Ia membayangkan suasana makan yang lebih akrab jika nasi yang tersaji adalah beras dari Tanah Air. Menurutnya, rasa nasi memang berpengaruh pada selera makan. Di tengah padatnya aktivitas ibadah, asupan yang cocok di lidah menjadi hal penting untuk menjaga stamina.
“Sangat setuju. Nasinya lebih enak, makannya lebih nafsu. Sudah biasa,” ujar Rusdi sambil tersenyum, ditulis Selasa (3/3).
Senada dengan Rusdi, jemaah lainnya juga menyampaikan dukungan. Ia menilai kehadiran beras Indonesia di Arab Saudi akan membantu jemaah menyesuaikan selera makan.
Sebagaimana diketahui, BULOG memastikan kesiapan pengiriman perdana sebanyak 2.280 ton beras premium untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia pada 2026. Pengiriman direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan dukungan dua kapal, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.
Beras yang akan diekspor merupakan hasil pengadaan gabah segar dari panen petani Indonesia yang diproses melalui Rice Milling Unit modern berstandar tinggi. Produk tersebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta mengantongi sertifikasi halal.
Rencana ekspor beras premium oleh BULOG ini pun dinilai bukan hanya langkah strategis dalam memperluas pasar, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kenyamanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

