Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta para orang tua tidak ragu membawa anak-anak mereka mengikuti vaksinasi campak. Selain karena pasokannya dinilai mencukupi, vaksin tersebut juga telah melalui berbagai tahapan evaluasi sehingga dinyatakan aman untuk digunakan.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, mengatakan saat ini stok vaksin Measles Rubella (MR) vaccine—yang digunakan untuk mencegah penyakit campak dan rubella dalam program imunisasi nasional—mencapai sekitar 9,5 juta dosis di tingkat pusat.
Jumlah tersebut ditambah dengan sekitar 6,6 juta dosis yang telah didistribusikan ke berbagai daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas. Meski demikian, tingkat ketersediaan stok di tiap wilayah berbeda-beda. Sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki ketahanan stok antara dua hingga lima bulan, sembilan provinsi memiliki ketahanan lima hingga tujuh bulan, sementara enam provinsi lainnya memiliki stok yang cukup untuk lebih dari tujuh bulan.
“Jadi semua provinsi kami pastikan sudah memiliki ketersediaan vaksin dengan level di atas dua bulan. Dan kami terus mendistribusikan vaksin dari pusat ke daerah, terutama untuk wilayah yang stoknya mulai menurun agar tidak ada daerah yang ketersediaannya di bawah dua bulan,” ujar Rizka dalam konferensi pers, Jumat (6/3).
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak khawatir mengenai keamanan vaksin. Menurutnya, vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi mutu, keamanan, serta khasiat dan telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Dengan demikian, keamanan dan manfaat vaksin tersebut dinilai telah terjamin dan diharapkan mampu membantu menekan kasus campak di Indonesia.
“Jadi jangan khawatir karena vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional telah dilakukan kajian secara saksama oleh Kementerian Kesehatan bersama Komite Imunisasi Nasional,” kata Rizka.
Ia menambahkan vaksin MR memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah penularan penyakit campak. Berdasarkan uji klinis, vaksin tersebut menunjukkan efikasi yang baik dengan tingkat seropositivitas antibodi measles IgG mencapai 96,43 persen.
Selain itu, pemerintah juga melakukan kajian pascapemasaran untuk memastikan efektivitas vaksin di luar uji klinis. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin MR mampu meningkatkan tingkat seropositivitas antibodi measles dari 10,41 persen menjadi 80,21 persen pada penerima vaksin.
“Jadi pemberian vaksin ini menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan pada anak-anak yang telah diberikan,” ujarnya.
Rizka juga menjelaskan bahwa penerima vaksin kemungkinan mengalami efek samping ringan seperti demam ringan, ruam, atau nyeri di area suntikan. Kondisi ini terkadang membuat sebagian orang tua ragu membawa anak mereka untuk mengikuti vaksinasi campak.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa efek samping tersebut merupakan reaksi normal yang menandakan tubuh anak sedang membentuk kekebalan. Reaksi tersebut umumnya bersifat ringan dan biasanya akan hilang dalam waktu sekitar 24 jam.
“Pada vaksin dosis kedua biasanya reaksinya lebih sedikit atau lebih ringan. Karena itu kami berharap para orang tua tidak ragu dan semakin yakin membawa putra-putrinya mengikuti program vaksinasi,” ujar Rizka.
Akbari Danico – Redaksi

