Puncak Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng dipadati pengunjung, terutama di area kuliner yang menjadi magnet utama acara. Salah satu daya tarik terbesar adalah sajian Ketupat Cap Go Meh raksasa yang dimasak oleh kreator konten kuliner, Bobon Santoso. Dengan gaya khasnya memasak menggunakan kuali besar, Bobon sukses menarik perhatian ribuan pengunjung yang rela mengantre panjang demi mencicipi hidangannya.
Roby, pengunjung asal Jakarta Barat, mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena mengidolakan Bobon. Ia menyebut rasa kuah dan ayam goreng pada ketupat tersebut sangat lezat dan memuaskan. Antusiasme serupa juga disampaikan Intan Permata Sari yang datang dari Cilegon, Banten, dan terkesan dengan aksi memasak ikonik Bobon serta cita rasa yang tetap terjaga meski dimasak dalam jumlah besar.
Selain aspek kuliner, pengunjung juga menyoroti nilai toleransi yang terasa kuat karena festival berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Intan bahkan menyempatkan diri beribadah di Masjid Istiqlal sebelum kembali menikmati suasana festival. Momen ini dinilai mencerminkan keberagaman dan kebersamaan masyarakat Indonesia.
Imlek Festival tahun ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga panggung persatuan lintas suku dan agama. Kehadiran figur publik seperti Bobon Santoso dengan sajian khasnya turut mempererat kebersamaan warga. Para pengunjung pun berharap acara serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan skala yang semakin meriah dan membawa semangat toleransi yang lebih kuat.
Alexander Jason – Redaksi

