Israel dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan militer negaranya terus melakukan serangan terhadap target keamanan dan militer Iran secara intensif. Di sisi lain, Iran juga membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel sepanjang hari.
Ketegangan meningkat sejak Iran memblokade Selat Hormuz, jalur vital yang selama ini menjadi penghubung sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Aksi tersebut berdampak besar terhadap pasokan energi global dan mengguncang perekonomian internasional.
Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang fasilitas listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur tersebut. Namun, ia kemudian memperpanjang tenggat hingga 6 April dan mengklaim Iran meminta tambahan waktu.
Melalui media sosial, Trump menyebut pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan berjalan baik, meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Teheran.
Ia juga menyatakan militer AS terus menggempur target Iran secara intensif. Namun, pejabat Pentagon belum memberikan rincian lebih lanjut terkait operasi tersebut dan belum menjadwalkan konferensi pers dalam waktu dekat.
Sementara itu, para diplomat dari negara-negara G7 berkumpul di Prancis untuk membahas upaya menghentikan perang serta membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelum pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyerukan negara-negara lain untuk mengerahkan kapal perang guna melindungi jalur pelayaran dari potensi serangan Iran.
Akbari Danico – Redaksi

