Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 membawa berkah besar bagi daerah, salah satunya Kabupaten Gunungkidul. Dalam waktu hanya enam hari, pendapatan daerah dari sektor pariwisata berhasil menembus Rp2,85 miliar.
Capaian tersebut ditopang oleh jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 230.669 orang. Angka ini melampaui performa tahun sebelumnya, meski periode libur Lebaran 2025 berlangsung lebih lama.
Sebagai perbandingan, pada libur Lebaran 2025 yang berlangsung lebih lama, yakni 10 hari, pendapatan daerah hanya mencapai Rp 1,7 miliar dengan jumlah wisatawan 163.591 orang. Artinya, dalam waktu yang lebih singkat, kinerja pariwisata tahun ini justru jauh lebih tinggi.
Rekor juga tercatat pada puncak kunjungan 23 Maret 2026, dengan pendapatan harian mencapai Rp848,5 juta—tertinggi sepanjang periode libur tahun ini. Tingginya angka tersebut mencerminkan kuatnya daya tarik destinasi wisata Gunungkidul, terutama kawasan pantai yang menjadi favorit wisatawan.
Dampak positif ini turut mendongkrak kinerja pendapatan daerah secara keseluruhan. Hingga periode Januari hingga April 2026, total pendapatan sudah mencapai Rp 13,07 miliar. Angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 5,7 miliar, atau naik Rp 7,33 miliar.
Pemerintah daerah melihat tren ini sebagai sinyal positif bahwa konsumsi masyarakat terus tumbuh, khususnya di sektor pariwisata. Aktivitas wisata selama libur panjang seperti Lebaran terbukti menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan capaian tersebut, Gunungkidul semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan saat musim libur lebaran.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

