Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyinggung perkembangan konflik Iran saat mempresentasikan laporan tahunan NATO 2025 dalam konferensi pers di Brussels.
Dalam kesempatan tersebut, Rutte menanggapi pertanyaan mengenai apakah perang di Iran kini menjadi isu bagi NATO. Ia menegaskan bahwa aliansi tersebut telah lama menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh program rudal Iran terhadap negara-negara anggota dan kepentingannya.
Rutte juga menyoroti langkah Amerika Serikat dalam konflik tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh AS bertujuan untuk “melemahkan kemampuan tersebut, baik nuklir maupun rudal”.
Ia menambahkan bahwa Iran kini memiliki kapabilitas yang semakin berbahaya bagi negara-negara sekutu. Bahkan, sistem pertahanan NATO disebut telah beberapa kali berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turki dari Iran dalam tiga insiden terpisah.
Pernyataan ini disampaikan di tengah kritik yang terus dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap negara-negara NATO terkait respons mereka terhadap konflik Iran.
Akbari Danico – Redaksi

