National

Optimisme Ekonomi RI di Tengah Konflik Timur Tengah

Keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat meskipun dunia tengah diliputi ketidakpastian global. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia.

Dalam survei tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2026 tercatat berada di level optimistis (indeks >100), yakni sebesar 125,2. Artinya, keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.

Kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini yang tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan indeks bulan sebelumnya yang sebesar 115,1.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen tetap berada pada level optimistis, yakni sebesar 134,4, meski lebih rendah dibandingkan indeks bulan sebelumnya yang mencapai 138,8.

Optimisme konsumen juga terlihat pada seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Pada kelompok dengan pengeluaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, indeks tercatat sebesar 125,5, yang menunjukkan masyarakat masih melakukan aktivitas belanja karena menilai kondisi ekonomi relatif baik.

Keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini juga tetap tinggi, baik dilihat dari sisi tingkat pendidikan maupun kelompok usia. Keyakinan masyarakat dengan pendidikan terakhir SMA terhadap ketersediaan lapangan kerja naik menjadi 107,9 per akhir Februari 2026.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai optimisme konsumen Indonesia masih terjaga karena sebagian besar masyarakat melihat kondisi ekonomi dari situasi domestik sehari-hari, bukan dari dinamika geopolitik global seperti perang.

Menurut Ronny, struktur ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik turut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sentimen ekonomi. Konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53–55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga perekonomian nasional relatif lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi global.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sejumlah keunggulan struktural dalam menghadapi ketidakpastian global, salah satunya besarnya pasar domestik dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa.

Di sisi lain, kondisi sektor keuangan Indonesia juga dinilai cukup stabil dalam menghadapi guncangan global. Ronny menyebut sistem perbankan nasional memiliki rasio permodalan yang relatif kuat sehingga tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal.

Indonesia juga masih memiliki basis komoditas strategis yang menjadi penopang neraca perdagangan. Komoditas seperti nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit (CPO) dalam beberapa tahun terakhir berperan penting dalam menjaga surplus perdagangan Indonesia.

Fito Wahyu Mahendra

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...