Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan stabilitas Ibu Kota di tengah dinamika global yang sedang berlangsung. Seruan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyusul meningkatnya ketegangan internasional yang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk di Jakarta.
“Pasti kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Ini menjadi tugas kita bersama. Saya betul-betul berharap keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama,” ujar Pramono saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 H bersama ulama dan umara di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2).
Menurut Pramono, konflik global yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi stabilitas harga barang, termasuk kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi internasional serta menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan ketenangan di Ibu Kota. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk memastikan Jakarta tetap aman dan stabil di tengah ketidakpastian global.
“Situasi global tentu bisa berdampak pada kenaikan harga barang. Karena itu, kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan Jakarta tetap stabil,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Jakarta Ramadan Festival telah resmi dimulai dan akan berlangsung hingga 31 Maret mendatang. Berbagai kegiatan disiapkan untuk menyemarakkan Ramadan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya telah membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, 1.300 rebana bersama-sama melantunkan lagu-lagu syiar Islam. Berbagai kegiatan telah dicanangkan dan terus berlanjut hingga Lebaran dengan tema ‘Mudik ke Jakarta’,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan sejumlah kebijakan untuk mendukung perputaran ekonomi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Salah satunya melalui pemberian insentif pajak bagi pelaku usaha yang berpartisipasi dalam program diskon belanja.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggratiskan layanan transportasi umum saat perayaan Idul Fitri, termasuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas warga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode libur Lebaran.
Akbari Danico – Redaksi

