Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Agus Suryonugroho, mendampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Idulfitri 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan arus kendaraan di salah satu simpul utama jalur Tol Trans Jawa berjalan optimal. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik. Kalikangkung dinilai sebagai titik krusial karena menjadi pintu masuk utama menuju wilayah Jawa Tengah dari arah barat.
Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pelaksanaannya mencakup dua pendekatan utama, yakni pengamanan di lapangan serta edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Selain itu, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi fokus, meliputi jalur tol, jalan arteri dan alternatif, simpul transportasi seperti pelabuhan dan bandara, tempat ibadah, serta kawasan wisata. Pendekatan ini diharapkan mampu menjamin keamanan masyarakat baik dari sisi mobilitas maupun aktivitas sosial selama periode Lebaran.
Dalam pengamanan tahun ini, Polri menyiapkan berbagai skenario manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara dinamis sesuai kondisi di lapangan. Skema tersebut mencakup contraflow, one way lokal, hingga one way nasional yang diberlakukan berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, dengan penerapan awal skema one way dari KM 70 hingga KM 236 yang dapat diperluas hingga KM 414 jika diperlukan. Pengaturan tambahan juga disiapkan di wilayah Semarang Raya dan Solo, serta jalur menuju Yogyakarta termasuk pemanfaatan tol fungsional di kawasan Prambanan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Pengamanan arus mudik juga didukung pemanfaatan teknologi seperti command center, sistem penghitungan lalu lintas digital, jaringan CCTV, serta pemantauan menggunakan drone secara real time. Agus juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta tidak memaksakan diri saat lelah. Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja hingga arus balik selesai, termasuk melalui program mudik gratis yang telah diikuti sekitar 20 ribu peserta. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Alexander Jason – Redaksi

