National

Polda Kepri Gelar Panen Perdana Hidroponik, Perkuat Ketahanan Pangan

Inisiatif ketahanan pangan yang digagas Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali diwujudkan melalui panen perdana sayuran hidroponik di lingkungan Polda Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi simbol peran aktif institusi kepolisian dalam mendukung program nasional yang berorientasi pada kemandirian pangan.

Pelaksanaan panen di Green House Polda Kepri menunjukkan pendekatan inovatif dalam pemanfaatan lahan terbatas. Upaya ini juga menegaskan bahwa institusi keamanan dapat berkontribusi langsung pada sektor produktif masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Inspektur Jenderal Polisi Asep Safrudin, memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Anom Wibowo. Asep Safrudin menjelaskan bahwa program ini didukung fasilitas greenhouse hasil kerja sama dengan Bank Indonesia melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan.

Ia menekankan bahwa pengelolaan dilakukan oleh personel yang memiliki latar belakang pertanian dengan pendampingan praktisi. Pendekatan ini memastikan kualitas produksi tetap terjaga sekaligus meningkatkan kompetensi internal.

Dalam pelaksanaannya, Asep Safrudin mengungkapkan bahwa hasil panen menunjukkan kualitas yang baik dengan pertumbuhan tanaman yang optimal. Asep menyebut bahwa jenis sayuran seperti kale dan selada mampu dipanen lebih cepat dari siklus normal, dari sekitar 40 hari menjadi 30 hari. Total hasil panen mencapai 100 kemasan dengan berat sekitar 200 gram per kemasan. Capaian ini mencerminkan efisiensi metode hidroponik dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Lebih lanjut, Asep Safrudin menegaskan bahwa hasil panen akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis di lingkungan Polda Kepri. Asep berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat internal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Inisiatif ini memperlihatkan bahwa Polri dapat berperan di luar fungsi keamanan dengan kontribusi nyata bagi kesejahteraan. Dengan demikian, program ini menjadi contoh integrasi antara inovasi, pelayanan publik, dan ketahanan pangan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...