Wajah Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, kini berubah total. Jika dulu warga was-was setiap kali banjir rob, kini lebih tenang. Mereka masih bisa tidur nyenyak karena pemerintah menyediakan rumah panggung dan rumah apung.
Sebelumnya akses jalan untuk menuju ke sana hanya beralaskan kulit kerang, namun sekarang jalannya sudah dibeton. Mobil sudah bisa mudah hilir-mudik untuk mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan dan dulu, anak-anak kesulitan mencari tempat bermain saking kumuhnya permukiman. Kini, area bermain mereka bahkan luas, ditambah terhampar lapangan futsal di tengah permukiman yang bisa dipakai kapan pun.
“Saya beruntung dengan adanya kampung nelayan ini. Hidup saya berubah jadi lebih baik. Tempat tinggal jadi lebih nyaman,” kata Warya, nelayan pencari kerang hijau, yang tinggal di Kampung Nelayan Muara Angke, dikutip dari kanal Youtube Penjaga Harapan, Sabtu (7/3).
Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menata dan menciptakan kampung-kampung nelayan di Indonesia. Kampung Nelayan Muara Angke merupakan salah satu dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di Kampung Nelayan Muara Angke, rumah-rumah nelayan dibuat terapung. Pemerintah juga membangun rumah panggung agar terbebas dari banjir rob.
Setiap rumah panggung dan apung di sana juga dilengkapi panel surya. Disediakan pula toren untuk menyimpan air bersih. Dari sisi penghasilan, seorang warga bernama Sunenti, bersyukur karena pendapatannya bertambah saat ini. Dulu harga kerang sangat murah, hanya Rp3.500 per kilogram (kg), saat ini meningkat hingga sepuluh kali lipat.
Peningkatan pendapatan juga dirasakan Feri Setyawan, pedagang ikan. Sebelum area permukiman dibenahi, dia hanya bisa membawa ikan dari para nelayan menggunakan sepeda motor. Paling berat muatan yang bisa dia bawa hanya satu atau dua boks, sekitar 50 kg.
Perubahan juga dirasakan oleh anak-anak. Dimas Rangga Saputra, anak seorang nelayan yang tinggal di sana, mengaku menemukan banyak alternatif untuk bermain. Di Kampung Nelayan Muara Angke saat ini terdapat dua area bermain, yakni di taman bermain dan lapangan futsal.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

