Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) dan jajaran manajemen Danantara agar tidak bermain-main dengan laporan keuangan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara.
“Hasil sudah kelihatan, saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi menerima laporan yang dimanipulasi atau dibuat sekadar menyenangkan pimpinan. Menurutnya, praktik semacam itu justru merusak tata kelola perusahaan Negara.
Prabowo menegaskan, peringatan tersebut disampaikan secara terbuka karena Danantara memegang tanggung jawab besar dalam mengelola kekayaan Negara. Lembaga ini merupakan konsolidasi dari berbagai aset strategis yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Danantara adalah daya anagata nusantara. Daya berarti kekuatan atau energi, anagata adalah masa depan. Jadi lembaga ini harus menjaga dan mengelola kekuatan bangsa kita untuk masa depan,” ujarnya.
Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan aset negara membutuhkan integritas serta kemauan politik yang kuat. Menurutnya, manajemen yang baik tidak hanya bergantung pada system, tetapi juga pada niat yang benar dari para pengelolanya.
Meski memberikan imbauan tersebut, Prabowo mengaku cukup puas dengan kinerja Danantara selama satu tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa laporan awal yang diterimanya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan asset.
Peningkatan tersebut, menurut Prabowo, menjadi bukti bahwa konsolidasi manajemen yang dilakukan melalui Danantara mulai menunjukkan hasil. Ia menilai langkah menyatukan pengelolaan berbagai perusahaan negara di bawah satu kendali merupakan keputusan yang tepat.
Prabowo juga menyoroti kompleksitas pengelolaan BUMN yang selama ini tersebar di berbagai entitas. Ia mengaku baru mengetahui bahwa jumlah perusahaan yang terkait dengan BUMN bisa mencapai lebih dari seribu entitas.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

