Pemerintah Prancis menyatakan kesiapan untuk membela negara-negara Teluk Arab dan Yordania dari serangan Iran jika diperlukan, menyusul serangan balasan Teheran terhadap situs militer Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas terhadap negara-negara yang terdampak eskalasi konflik di kawasan.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa negaranya memberikan dukungan penuh kepada negara-negara Arab yang menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran. Teheran diketahui meluncurkan serangkaian serangan dengan menyatakan bahwa target utama mereka adalah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan tersebut merupakan respons Iran setelah wilayahnya dihantam rudal AS dan Israel sejak Sabtu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
“Kepada negara-negara sahabat yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi Iran dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania—Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas total,” ujar Barrot, Senin (1/3), seperti dikutip Agence France-Presse.
Ia menambahkan bahwa Prancis siap menjalankan kewajibannya berdasarkan perjanjian pertahanan dengan negara-negara mitra serta prinsip pembelaan diri kolektif dalam hukum internasional.
“Prancis siap, sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitra, untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka,” katanya.
Barrot juga mengungkapkan bahwa sekitar 400.000 warga negara Prancis tercatat tinggal atau sedang berada di berbagai negara Arab dan kawasan Timur Tengah, sehingga stabilitas kawasan menjadi kepentingan penting bagi pemerintah Prancis.
Selain Prancis, Jerman dan Inggris turut menyatakan kesiapan untuk membela kepentingan dan sekutu mereka di kawasan jika situasi semakin memburuk. Dalam pernyataan bersama, ketiga negara tersebut mengecam serangan Iran yang dinilai mengancam stabilitas regional dan keselamatan personel militer serta warga sipil mereka.
“Kami akan mengambil langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu-sekutu kami di kawasan, termasuk tindakan pertahanan yang diperlukan dan proporsional guna menghancurkan kemampuan Iran meluncurkan rudal dan drone dari sumbernya,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Sementara itu, serangan baru dilaporkan kembali terjadi di sejumlah wilayah Teluk pada Senin pagi, termasuk di Dubai, Doha, dan Manama. Militer Iran menyatakan telah menggunakan 15 rudal jelajah dalam serangan yang menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait dan beberapa negara Arab lainnya, sebagai bagian dari operasi balasan terhadap serangan sebelumnya.
Akbari Danico – Redaksi

