Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington tidak pernah secara sengaja menargetkan sekolah di Iran menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) yang dilaporkan menewaskan lebih dari 160 siswi. Serangan tersebut menghancurkan sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Iran selatan.
Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari 160 siswi tewas dalam insiden itu. Peristiwa tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO, serta aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai. Dalam hukum humaniter internasional, serangan yang secara sengaja menargetkan lembaga pendidikan, rumah sakit, atau infrastruktur sipil lainnya dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Meski demikian, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah menjadikan sekolah sebagai target.
“Departemen Perang akan menyelidiki hal itu jika itu adalah serangan kami, dan saya akan merujuk pertanyaan Anda kepada mereka,” ujar Rubio pada Senin (2/3) saat ditanya mengenai insiden tersebut.
“Amerika Serikat tidak akan sengaja menargetkan sekolah,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tengah menyelidiki laporan mengenai kerusakan sipil di Iran akibat operasi militer yang berlangsung. Sementara itu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) belum memberikan pernyataan rinci terkait laporan kematian ratusan siswi tersebut.
Rubio menyebut jika laporan itu benar, maka insiden tersebut merupakan hasil yang sangat tragis. Namun ia menekankan bahwa dirinya belum memiliki informasi detail mengenai penyebab kejadian tersebut dan kembali menegaskan bahwa AS tidak akan secara sengaja menyerang fasilitas pendidikan.
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan pembangunan perdamaian, Rosemary DiCarlo, mengaku telah menerima laporan dari Iran mengenai korban jiwa akibat serangan Israel dan AS. Ia menyatakan bahwa pejabat Amerika Serikat telah menyampaikan sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

