National World

SBY Peringatkan Perang Timur Tengah Bisa Meluas dan Seret Banyak Negara

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai konflik di Timur Tengah berpotensi meluas dan menyeret lebih banyak negara apabila eskalasi terus berlanjut.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam podcast di YouTube bertajuk “SBY Standpoint: Perang di Timur Tengah: Siapa Bakal Menang?”. Dalam perbincangan itu, SBY menyoroti dampak global yang bisa timbul jika perang di kawasan tersebut semakin membesar.

“Kalau peperangan yang ada di Timur Tengah ini meluas, membesar, tentu ada implikasinya pada kehidupan, bukan hanya di kawasan Timur Tengah tapi di banyak tempat di dunia ini,” ujar SBY.

Ia bahkan menilai konflik tersebut saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perluasan. Menurutnya, dinamika peperangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran kian kompleks karena melibatkan negara-negara yang sebelumnya bersikap netral namun akhirnya terdorong untuk terlibat demi mempertahankan diri.

SBY mencontohkan sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Oman yang disebutnya terdampak langsung dan berpotensi melakukan langkah balasan demi menegakkan kedaulatan masing-masing.

Dalam pemaparannya, SBY juga menyinggung kemungkinan posisi Inggris di Siprus menjadi sasaran serangan. Jika itu terjadi dan menyeret negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), maka situasi bisa meningkat secara signifikan.

“Jika ada anggota NATO diserang oleh negara tertentu, maka wajib hukumnya negara anggota NATO juga bersama-sama memerangi negara yang menyerang posisi Inggris itu,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa keterlibatan NATO dapat membuka ruang bagi kekuatan besar lain untuk ikut masuk ke dalam konflik, seperti Rusia, Tiongkok, maupun Korea Utara. Menurut SBY, skenario tersebut akan membuat Timur Tengah menjadi titik api (flash point) yang berpotensi memicu perang berskala jauh lebih besar.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga masih bisa dicegah apabila para pihak menahan diri dan mengedepankan diplomasi.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...