Lebih dari 1.000 warga sipil di Iran tewas akibat serangan gabungan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat sejak Sabtu (28/2). Pada Rabu (4/3), serangan Israel kembali menghantam ibu kota Teheran, kota suci Qom, wilayah barat Iran, serta seluruh provinsi Isfahan di Iran tengah. Serangan ini juga merusak unit-unit perumahan di daerah tersebut.
Pemerintah Israel mengklaim telah menyerang bangunan yang digunakan oleh pasukan paramiliter polisi sukarelawan dari IRGC Basij, serta menargetkan bangunan yang terkait dengan komando keamanan internal Iran.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel telah mencapai 1.045 orang.
“Serangan ini berlangsung terus-menerus di seluruh negeri, tanpa menyisakan wilayah atau kota mana pun,” ujar jurnalis Al Jazeera, Mohamed Vall, yang melaporkan dari Teheran. “Namun, kita tahu 200 anak dan remaja telah dirawat di rumah sakit, dengan lebih dari 6.000 orang terluka,” tambahnya.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan adanya kerusakan pada dua bangunan dekat situs nuklir di Isfahan akibat serangan tersebut, tetapi tidak ada kerusakan pada fasilitas yang berisi material nuklir.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan pangkalan militer AS di seluruh wilayah Teluk. Meskipun sebagian besar rudal ini berhasil dicegat oleh Israel, AS, dan negara-negara Teluk, beberapa rudal berhasil mengenai aset militer dan infrastruktur sipil, dengan puing-puing yang jatuh di daerah sipil.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa konflik ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Trump juga menyebutkan bahwa kepemimpinan di Teheran kini dalam “keadaan kacau.”
“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat runtuh. Setiap orang yang tampak ingin menjadi pemimpin Iran selanjutnya, akhirnya tewas,” ujar Trump.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 100.000 orang telah mengungsi dari Teheran sejak 28 Februari hingga 1 Maret akibat konflik yang berlangsung.
Akbari Danico – Redaksi

