World

Serangan di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Sebuah kapal tanker minyak milik Kuwait dilaporkan terbakar di dekat Dubai pada Selasa (31/3). Pemilik kapal menyebut insiden ini sebagai bagian dari serangan terbaru Iran terhadap target energi di kawasan Teluk Persia, di tengah dampak ekonomi perang yang kian meluas.

Ketegangan di Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia—telah mendorong lonjakan harga energi global. Banyak kapal tanker memilih menghindari rute tersebut karena risiko serangan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar di berbagai negara.

Di Amerika Serikat, harga bensin rata-rata menembus angka 4 dolar per galon, level yang terakhir kali terjadi pada Agustus 2022. Sejak perang pecah pada akhir Februari, harga bahan bakar meningkat sekitar 35 persen, menambah tekanan politik bagi Presiden Donald Trump.

Trump sendiri terus menekan Iran agar menghentikan blokade de facto di Selat Hormuz, dengan kombinasi ancaman militer dan klaim kemajuan diplomatik. Namun, Teheran membantah adanya negosiasi substantif dengan Washington dan menyebut tuntutan AS sebagai tidak masuk akal.

Pihak berwenang menyatakan kapal tanker yang diserang tengah membawa minyak mentah. Serangan dilakukan menggunakan drone dan sempat memicu kebakaran, namun api berhasil dipadamkan dengan cepat tanpa kebocoran minyak. Hingga kini, Iran belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Di medan lain, pertempuran masih berlanjut memasuki pekan kelima konflik yang telah menewaskan sedikitnya 2.800 orang. Militer Israel melaporkan telah menargetkan infrastruktur militer Iran, sementara serangan balasan berupa rudal juga diluncurkan ke wilayah Israel.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...