World

Sri Lanka Tolak Permintaan AS, Tegaskan Sikap Netral di Tengah Konflik

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menyatakan pemerintahnya menolak permintaan Amerika Serikat untuk menempatkan pesawat tempur di wilayah negaranya guna menjaga posisi netral di tengah konflik global.

Dalam pernyataannya di parlemen pada Jumat (20/3), Dissanayake menegaskan bahwa Sri Lanka tidak ingin wilayahnya digunakan untuk kepentingan militer pihak mana pun. Ia mengungkapkan bahwa AS sebelumnya meminta izin untuk menempatkan dua pesawat tempur bersenjata di Bandara Internasional Mattala pada awal Maret, namun permintaan tersebut ditolak.

Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga keseimbangan dan netralitas Sri Lanka di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, Iran juga mengajukan permintaan agar kapal perangnya dapat bersandar di Colombo. Namun pemerintah Sri Lanka memilih untuk tidak memberikan izin guna mempertahankan sikap yang sama terhadap kedua pihak.

Dissanayake menegaskan bahwa jika pihaknya mengizinkan salah satu negara, maka hal yang sama harus berlaku bagi pihak lainnya. Situasi di Sri Lanka turut terdampak konflik setelah insiden penenggelaman kapal perang Iran oleh pasukan AS di lepas pantai selatan negara itu pada awal Maret yang menewaskan puluhan awak.

Angkatan laut Sri Lanka dilaporkan berhasil menyelamatkan sejumlah korban selamat dari insiden tersebut, sementara kapal Iran lainnya sempat diizinkan memasuki perairan Sri Lanka untuk alasan kemanusiaan.

Sri Lanka sendiri diketahui memiliki hubungan ekonomi yang penting dengan kedua negara, baik dengan Amerika Serikat sebagai pasar ekspor utama maupun Iran sebagai salah satu mitra dagang strategis.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...